Pesan Permen (Special 3)

Jika orang-orang menyampaikan pesannya lewat perantara bunga atau coklat, maka biarlah kita sebagai pembeda, yaitu dengan permen. Aneh memang. Ya itu karena kamu mencoba berkomunikasi denganku, yang ya… Memang agak berbeda dari yang lain. LOL

Sejujurnya, aku tidak berniat sama sekali memberikan 3 permen itu,

Continue reading “Pesan Permen (Special 3)”

Advertisements

Semesta, Kamu, dan Aku (Special 1)

Hai?

Bagaimana kamu kemarin? Aku percaya kamu bisa dan baik-baik saja.

Ini memang bukan lanjutan dari tulisan-tulisan kemarin. Tapi, aku ingin berbagi kata yang tidak bisa terucap sekarang. Ijinkan aku berbagi dan melukiskan rasa di hati sebelum kembali menghadap ke depan dan berani melangkah ke depan.

Continue reading “Semesta, Kamu, dan Aku (Special 1)”

Seperti Baru Kemarin (Special 2)

Hai!

Aku suka sekali membuka percakapan dengan hai, karena untuk beberapa hari kedepan dan sampai waktu itu datang, aku tidak mampu menyapamu. Tapi, tak apa. Akan kuucapkan berkali-kali pada rindu yang kutuangkan dalam doa yang berkali-kali kupanjatkan kepadaNya.

Kali ini, ijinkan aku bercerita sedikit tentang waktu kemarin.

Continue reading “Seperti Baru Kemarin (Special 2)”

Kesan Pertama [1]

Screenshot_2017-11-25-21-05-52-853_com.weheartit_mh1511619936680Kesan Pertama

Aku lebih suka menyebutnya dengan rencana Allah dibanding Takdir atas awal dimana semuanya dimulai.

Aku sebelumnya memang bertekad untuk menjadi pribadi lebih baik. Salah satu sifat jelekku masa lalu adalah terlalu jutek dengan orang lain dan tidak ramah terhadap orang baru. Lalu, aku berusaha untuk menjadi pribadi ramah.

Aku ingin membantu sebisaku kepada siapapun yang meminta pertolonganku.

Lalu kamu hadir. 31 Juli 2017

Continue reading “Kesan Pertama [1]”